KORANJURI.com - Ombudsman Datangi SMA Negeri 2 Denpasar Soal Jilbab KORANJURI.com - Ombudsman Datangi SMA Negeri 2 Denpasar Soal Jilbab

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




1 2 3 4



Ombudsman Datangi SMA Negeri 2 Denpasar Soal Jilbab


12 Januari 2014 | Koranjuri.com

Ombudsman Datangi SMA Negeri 2 Denpasar Soal Jilbab
KORANJURI.COM Kepala Ombudsman  RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab melakukan mediasi terkait aturan pelarangan pengenaan jilbab di SMA Negeri 2 Denpasar . Ombudsman meminta pihak sekolah merubah aturan tata berseragam, terutama mengijinkan siswi yang ingin mengenakan jilbab.

Kami sampaikan ke kepala sekolah agar merubah aturannya. Sejauh ini ada itikad baik dari pihak sekolah untuk merubah aturan itu, khususnya siswi yang ingin berjilbab, kata Kepala Ombudsman  RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab.

Umar mengatakan, pihaknya berkeyakinan persoalan itu tidak akan berlarut-larut. Sebab menurutnya, tanggapan kepala sekolah SMA Negeri 2, I Ketut Sunarta dinilai cukup kooperatif dan ada niatan untuk merubah aturan yang ada.
Sementara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Made Semadi Yasa mengatakan, sampai saat ini pihaknya justru tidak pernah melarang siswi yang ingin mengenakan jilbab.

Itu kan urusan mereka, hak mereka. Mau mengenakan silakan, nggak mengenakan pun kita tidak pernah mencampuri atau bahkan menegur, terang Semadi Yasa.

Menurut Yasa, sekolah yang berlokasi di jalan Sudirman, Denpasar itu mengatur setiap hari Senin-Selasa siswa mengenakan seragam putih-putih, Rabu-Kamis seragam putih abu-abu dan Jumat-Sabtu seragam bermotif tenun endek.

Aturan itu memang harus ditaati seluruh siswa siswi di sekolah itu. Keseragaman baju sekolah, dikatakan Semadi Yasa semata-mata agar tidak ada perbedaan diantara siswa.

Jangan sampai dengan berseragam berbeda justru ada pembedaan dalam pergaulan di sekolah. Aturan yang dibuat di sekolah ini semata-mata bertujuan seperti itu. Jadi kalau kami melarang siswa berjilbab, itu tidak benar, tepis Semadi Yasa.

Pihaknya bahkan mengklaim, satu-satunya sekolah di Denpasar yang memiliki mushola adalah di SMA Negeri 2. Mushola itu bersebelahan dengan pura sekolah. Semadi Yasa justru mensinyalir ada upaya persaingan tidak sehat dari kemajuan yang ada di sekolahnya.

Kami nggak tahu siapa yang menyebarkan isu itu. Saat ini grade kami sedang naik dan banyak prestasi, ungkapnya.

Saat ini SMA Negeri 2 Denpasar memiliki 176 siswa dan 6 guru yang beragama Islam. Selama sekolah berdiri hingga sekarang toleransi antar umat beragama di sekolah itu terjalin dengan baik.


way